Powered By Blogger

Kamis, 20 November 2014

kritik dalam ilmu sastra new criticism dan kritik merlyn



kritik dalam ilmu sastra new criticism dan kritik merlyn
Sebelum kemunculan aliran New Criticsm dan Nouvelle Critique ('300-an sampai '50-an) sejak 1920-an ilmu sastra dianggap sebagai menafsirkan dan menilai karya sastra, dengan perhatian pada sifat-sifat umum sastra dan analisa, tafsiran dan evaluasi tanpa unsur biografik dan historik karya.
pada
Kemudian muncullah aliran New Criticism dan Nouvelle Critique, serta beberapa kelompok dalam majalah Merlyn (Belanda).

Di Indonesia, era 1980-an muncul kelompok Sawo Manila (Univ. Nasional Jakarta), Forum Indonesia Kecil, dll.

New Criticism (1930-an-1950-an): (1) semula melawan pendekatan sastra historik dan biografik serta kritik impresionistik; (2) menuduh ilmu pengetahuan dan teknologi menghilangkan nilai kemanusiaan; (3) Tugas kritik adalah "memperlihatkan dan memelihara pengetahuan yang khas, unik, dan lengkap seperti yang ditawarkan kepada kita dalam sastra agung"; (4) analisa susunan dan organisasi sebuah karya sastra sangat penting untuk mengetahui makna/arti yang terkandung dalam karya tersebut; (5) gemar meneliti puisi –juga drama, para penyair dan dramawan dari berbagai zaman yang di susun secara paradoksal –atau ironi, itulah karya yang baik, namun menimbulkan kekurangan jelasan dan kekurangan tajaman dalam memandang aspek lain dalam sastra.

Pada tahun 1962-1966 sebuah majalah bernama Merlyn: (1) menafsirkan puisi dan novel Belanda secara ergosentrik –otonomi karya sastra; (2) yang penting situasi membaca, bukan menulis (efek sebuah karya sastra ditentukan oleh apa yang dapat diperbuat seorang pembaca dengan teks itu); (3) sasaran seorang kritikus adalah analisa kesasteraan, analisa struktural: "cara yang unik segala aspek bentuk dan isi kait-mengkait"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar